Category: Banking

  • Penyampaian aspirasi secara bijak, damai, dan bertanggung jawab merupakan fondasi utama dalam menjaga Jakarta

    Sampaikan Aspirasi dengan Bijak, Damai dan Bertanggung Jawab, Jakarta Rumah Kita Bersama Untuk Perubahan Positif


    Menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara. Mari gunakan hak tersebut dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap dewasa, saling menghormati, dan menjaga ketertiban bersama.

    Perbedaan pendapat bukan alasan untuk bermusuhan. Aspirasi yang disampaikan secara damai dan bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya membangun perubahan yang positif.

    Mari bersama menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban Jakarta. Karena suasana yang aman dan damai adalah tanggung jawab kita bersama.

    #PoldaMetroJaya
    #PolisiBersamaMasyarakat
    #KerjaMelayaniJakarta

  • Sampaikan Aspirasi dengan Bijak, Damai dan Bertanggung Jawab, Jakarta Rumah Kita Bersama

    Sampaikan Aspirasi dengan Bijak, Damai dan Bertanggung Jawab, Jakarta Rumah Kita Bersama


    Menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara. Mari gunakan hak tersebut dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap dewasa, saling menghormati, dan menjaga ketertiban bersama.

    Perbedaan pendapat bukan alasan untuk bermusuhan. Aspirasi yang disampaikan secara damai dan bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya membangun perubahan yang positif.

    Mari bersama menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban Jakarta. Karena suasana yang aman dan damai adalah tanggung jawab kita bersama.

    #PoldaMetroJaya
    #PolisiBersamaMasyarakat
    #KerjaMelayaniJakarta

  • Kapolri Jenderal Suyudi Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Jombang Dukung Pekerja Memperoleh Keadilan dan Perlindungan Hukum

    Kapolri Jenderal Suyudi Resmikan Desk Ketenagakerjaan di Jombang Dukung Pekerja Memperoleh Keadilan dan Perlindungan Hukum

    JOMBANG — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meresmikan desk ketenagakerjaan di tingkat kepolisian resor (Polres) yang berpusat di Polres Jombang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (17/10). Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerja memperoleh akses keadilan dalam menghadapi persoalan hubungan industrial dan pelanggaran hak ketenagakerjaan.

    “Kita baru saja meresmikan di 35 satuan kewilayahan, di 14 Polda. Ini adalah langkah strategis, bukti nyata untuk memberikan perlindungan,” ujar Kapolri Suyudi.

    Kapolri melakukan pengguntingan pita, didampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

    Dengan adanya desk ketenagakerjaan di tingkat Polres, buruh akan semakin mudah mendapatkan keadilan. Mereka bisa datang ke Polres untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.

    Pembentukan desk ketenagakerjaan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat perlindungan hukum bagi buruh. “Termasuk melalui penyiapan penyidik hingga tingkat polres,” tegas Jenderal Suyudi.

    Kapolri bergerak cepat merealisasikan pembentukan desk tersebut, kurang dari dua minggu setelah dilantik. Langkah itu juga menunjukkan komitmen kepolisian dalam memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja Indonesia.

    BelajarBahasa

    Penguatan perlindungan buruh tersebut sejalan dengan Asta Cita ketiga Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam upaya meningkatkan kualitas lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

    Desk ketenagakerjaan akan menjadi salah satu jalur bagi pekerja untuk mendapatkan penanganan hukum ketika hak-haknya dilanggar.

    Sementara itu, persoalan ketenagakerjaan yang dapat diselesaikan melalui pengawasan akan dikoordinasikan dengan Komite Pengawas Ketenagakerjaan. Komite tersebut direncanakan melibatkan unsur pekerja,  pemerintah dan pengusaha melalui mekanisme tripartit.  Kedua lembaga diharapkan bekerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) agar penanganan persoalan ketenagakerjaan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

    Persoalan yang membutuhkan penegakan hukum, penanganannya melalui desk ketenagakerjaan. Jika dinilai cukup dengan tindakan pengawasan, bisa disampaikan kepada Komite Pengawas Ketenagakerjaan.(Omi)

  • Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Ajak seluruh Personel Peduli Lingkungan

    Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto Ajak seluruh Personel Peduli Lingkungan

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto berkomitmen mendukung penuh Quick Wins Program Prioritas 100 Hari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Salah satunya dengan memberikan dukungan terhadap program Green Policing.
    Hal itu disampaikan Kapolda dalam apel khusus di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (16/10/2026) yang diikuti oleh sekitar 1.000 personel. Dalam pesannya, Komjen Pol Dadang Hartanto menyampaikan bahwa Green Policing merupakan bagian dari Quick Wins 1 ‘Ruang Publik Aman’ dalam Program Prioritas 100 Hari Kapolri sejalan dengan visi ‘Polisi Bersama Masyarakat’.

    “Saya ingin menegaskan bahwa Green Policing harus kita mulai dari lingkungan internal terlebih dahulu. Setelah penerapannya berjalan dengan baik, barulah kita mengajak masyarakat untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Komjen Dadang.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing tersebut, Kapolda mengarahkan lomba kebersihan antarsatuan kerja yang mencakup lingkungan markas komando, kantor, dan toilet. Pembagian sektor kebersihan juga dilakukan agar setiap satuan kerja memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah.

    Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan, Jumat (16/10/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melaksanakan penanaman phon. Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pengelolaan sampah menjadi perhatian, melalui pemilahan sampah plastik, organik, serta bahan berbahaya dan beracun sesuai karakteristiknya. Kapolda juga meminta pemanfaatan biopori untuk sampah organik sesuai ketentuan teknis serta kedisiplinan personel membuang sampah dan puntung rokok pada tempatnya. Area khusus merokok perlu disediakan untuk mengurangi paparan asap terhadap orang lain.

    Rangkaian kegiatan Green Policing juga diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan dan penanaman 25 pohon sebagai bagian dari penghijauan di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Kapolda turut menyoroti persoalan sampah dan banjir sebagai tantangan lingkungan di Jakarta. Setelah pembenahan internal berjalan, program akan dikembangkan bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah, penghijauan, serta pengurangan risiko banjir.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Melalui Green Policing, kami ingin hadir bersama masyarakat menjaga lingkungan dan menciptakan ruang yang lebih nyaman. Ini bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat,” ujar Kombes Budi.

  • Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan

    Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto berkomitmen mendukung penuh Quick Wins Program Prioritas 100 Hari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Salah satunya dengan memberikan dukungan terhadap program Green Policing.
    Hal itu disampaikan Kapolda dalam apel khusus di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (16/10/2026) yang diikuti oleh sekitar 1.000 personel. Dalam pesannya, Komjen Pol Dadang Hartanto menyampaikan bahwa Green Policing merupakan bagian dari Quick Wins 1 ‘Ruang Publik Aman’ dalam Program Prioritas 100 Hari Kapolri sejalan dengan visi ‘Polisi Bersama Masyarakat’.

    “Saya ingin menegaskan bahwa Green Policing harus kita mulai dari lingkungan internal terlebih dahulu. Setelah penerapannya berjalan dengan baik, barulah kita mengajak masyarakat untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Komjen Dadang.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing tersebut, Kapolda mengarahkan lomba kebersihan antarsatuan kerja yang mencakup lingkungan markas komando, kantor, dan toilet. Pembagian sektor kebersihan juga dilakukan agar setiap satuan kerja memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah.

    Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan, Jumat (16/10/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melaksanakan penanaman phon. Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pengelolaan sampah menjadi perhatian, melalui pemilahan sampah plastik, organik, serta bahan berbahaya dan beracun sesuai karakteristiknya. Kapolda juga meminta pemanfaatan biopori untuk sampah organik sesuai ketentuan teknis serta kedisiplinan personel membuang sampah dan puntung rokok pada tempatnya. Area khusus merokok perlu disediakan untuk mengurangi paparan asap terhadap orang lain.

    Rangkaian kegiatan Green Policing juga diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan dan penanaman 25 pohon sebagai bagian dari penghijauan di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Kapolda turut menyoroti persoalan sampah dan banjir sebagai tantangan lingkungan di Jakarta. Setelah pembenahan internal berjalan, program akan dikembangkan bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah, penghijauan, serta pengurangan risiko banjir.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Melalui Green Policing, kami ingin hadir bersama masyarakat menjaga lingkungan dan menciptakan ruang yang lebih nyaman. Ini bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat,” ujar Kombes Budi.

  • Para Penggerak Ketahanan Pangan di Daerah: Inovasi hingga Pemberdayaan Lokal

    Para Penggerak Ketahanan Pangan di Daerah: Inovasi hingga Pemberdayaan Lokal

    Jakarta – Beragam kontribusi dilakukan oleh 10 besar kandidat DPD RI Awards 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan. Dedikasi mereka mencakup pemberdayaan potensi lokal hingga inovasi dalam mendorong ketahanan pangan di daerah.
    Tim panitia sebelumnya telah melakukan proses seleksi panjang untuk menentukan 10 besar kandidat DPD Awards 2026. Proses penyaringan dimulai dari seleksi administrasi terhadap seribuan kandidat yang mendaftar.

    Setelah itu, panitia menentukan 50 besar kandidat sebelum akhirnya menyaring kembali hingga terpilih 10 besar kandidat di masing-masing kategori. Untuk kategori ketahanan pangan, mereka yang terpilih berasal dari berbagai daerah dengan kontribusi yang beragam, dari mulai Aceh, Magelang, hingga Sumbawa.

    Adapun penghargaan ini akan diberikan kepada individu yang menjadi penggerak dalam membangun desa mandiri pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

    Berikut daftar 10 kandidat DPD Awards Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan:

    1. Agus Setiawan

    Agus Setiawan menjadi penggerak kemandirian pangan desa melalui program Desa Berdaya Ikan Lele di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak tahun 2023. Agus, yang merupakan Ketua Gucang Farm, menerapkan sistem budidaya bioflok.

    Bioflok merupakan metode budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah sisa pakan dan kotoran ikan menjadi gumpalan (floc) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi ikan. Teknologi bioflok ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan air.

    Program Desa Berdaya Lele di Tigaraksa ini menghasilkan sekitar 2 kuintal lele per minggu. Kelompok ternak ini juga sudah memproduksi benih lele sebanyak 1.500.000 ekor per bulan.

    Agus Setiawan/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Selain fokus pada budidaya, masyarakat didorong mengembangkan produk olahan lele dan memperluas akses pemasaran sehingga nilai tambah hasil panen meningkat. Produk olahannya antara lain abon lele, siomay lele, pempek lele, hingga cookies tulang lele.

    2. Ahmad Lafillian Romadhi

    Ahmad Lafilian Romadhi, petani milenial asal Desa Kedungrejo, Kabupaten Jombang, mengembangkan Melonponik Megaluh sejak tahun 2023. Dia menggerakkan desa mandiri pangan melalui budidaya melon premium berbasis hidroponik.

    Ahmad mengubah lahan tidur menjadi kawasan produksi pangan. Dia memadukan greenhouse, sistem hidroponik, dan teknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk menghasilkan melon premium.

    Ahmad Lafillian/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Program ini telah menggerakkan sekitar 66 warga lain yang terlibat dalam budidaya melon di Jombang. Selain itu, program ini telah direplikasi oleh lebih dari 480 mitra hidroponik di seluruh Indonesia.

    Lewat Smart Greenhouse berbasis Internet of Things (IoT), Melonponik berupaya menjawab persoalan budidaya melon konvensional yang masih rentan terhadap hama. Dalam satu kali panen, greenhouse berukuran 10 × 45 meter dapat menghasilkan omzet hingga Rp 35 juta – Rp 45 juta, dengan frekuensi panen sekitar 5-7 kali setahun.

    3. Anang Ismail

    Anang Ismail adalah Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Perah Rojo Koyo Utomo di Dusun Jengglik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dia berperan sebagai penggerak utama kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan kambing perah berbasis potensi lokal.

    Kelompok ternak ini menjadi wadah pembinaan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan usaha. Rojo Koyo Utomo telah menghimpun peternak di sekitar 65 desa yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

    Anang Ismail/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Anang meningkatkan kapasitas peternak melalui pelatihan, pendampingan, bimbingan teknis, dan penerapan Good Farming Practices. Dia juga mendorong penggunaan bibit dan indukan unggul untuk meningkatkan kualitas ternak serta produktivitas susu.

    Untuk meningkatkan nilai jual, Anang bersama kelompok ternak mengembangkan unit pengolahan susu kambing, termasuk produk susu kambing pasteurisasi berkualitas.

    4. Asep Hidayat Mustopa

    Asep Hidayat Mustopa atau Abah Asep adalah penggagas Desa Wisata Hanjeli di Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dia melestarikan tanaman lokal hanjeli yang bijinya dapat diolah menjadi beras hanjeli, tepung, bubur, dan berbagai makanan olahan lainnya.

    Desa Wisata Hanjeli telah berdiri sejak tahun 2015. Di desa wisata ini, para tamu bisa mempelajari sejarah hanjeli-biji-bijian kuno yang dulu hampir punah-sambil mencicipi beragam olahan tradisional seperti bubur hanjeli, nasi liwet hanjeli, peuyeum hanjeli, hingga rengginang hanjeli.

    Asep Hidayat/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Program Asep ini telah melibatkan lebih dari 150 warga. Asep juga memberdayakan perempuan, kelompok tani, hingga mantan pekerja migran Indonesia (PMI) di Desa Wisata Hanjeli.

    Desa Wisata Hanjeli mampu menghasilkan lebih dari 20 ton panen yang diolah menjadi berbagai produk pangan dan turunan. Secara ekonomi, kegiatan ini mampu menciptakan perputaran omzet hingga ratusan juta rupiah per tahun.

    5. Daryono

    Daryono mengembangkan Pertanian Berkelanjutan Untir Kalimian Menyala Hijau Lestari bersama Kelompok Tani Kokar Bantan II di Desa Mokong, Moyo Hulu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inovasi ini bermula dari rendahnya produktivitas lahan kering tadah hujan akibat keterbatasan air.

    Sejak 2012, masyarakat secara swadaya memanfaatkan sumur bor, kolam penampung, dan aliran sungai untuk mengairi lahan. Pada 2023, Daryono mengembangkan sistem irigasi pompaisasi listrik yang membuat akses air menjadi lebih mudah, murah, dan berkelanjutan.

    Daryono/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Dampak dari pompaisasi listrik ini, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali dalam setahun kini dapat dimanfaatkan hingga empat kali masa tanam. Biaya pengairan turun hingga Rp 485.000 per hektare per musim tanam, sementara lahan seluas 80,7 hektare yang sebelumnya bergantung pada musim hujan kini dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

    Sistem irigasi ini sudah diterapkan di lebih dari 180 titik pada 37 desa dan 16 kecamatan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Selain meningkatkan ketahanan pangan, Daryono menunjukkan bahwa pengelolaan air berbasis masyarakat dapat menjadi model pertanian berkelanjutan di wilayah lahan kering.

    6. Ella Rizki Farihatul Maftuhah

    Ella Rizki Farihatul Maftuhah menggerakkan ketahanan pangan desa dengan mengembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari di Desa Trenten, Kabupaten Magelang. Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat desa, khususnya perempuan, dengan mengolah hasil kelapa menjadi produk gula semut.

    Inovasi gula semut ini hadir karena harga gula batok relatif lebih rendah. Ella menggagas program ini sejak tahun 2012 dan kini telah memiliki 90 anggota.

    Ella Rizki/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Program ini kemudian berkembang dari pemberdayaan masyarakat menjadi usaha agroindustri berorientasi ekspor. PT Nira Lestari International memproduksi dan memasarkan gula semut dengan merek sendiri, salah satunya Golden Nira. Pada Agustus 2023, perusahaan berhasil mengekspor gula semut ke Malaysia.

    Selain gula semut, Nira Lestari mengembangkan produk berbasis kelapa lainnya seperti virgin coconut oil (VCO). Model pemberdayaan ini menjadikan potensi kelapa sebagai sumber nilai ekonomi dan kemandirian pangan desa.

    7. Filza Sigit Pratama

    Filza Sigit Pratama menciptakan inovasi ketahanan pangan melalui Lutan Agrofarm di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Dia mengembangkan konsep mini food estate seluas 21 hektare yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

    Di sektor pertanian, Lutan Agrofarm mengembangkan padi gunung dan 13 komoditas hortikultura. Sektor peternakan mencakup sekitar 5.000 ekor ayam petelur dan penggemukan sapi, sementara sektor perikanan menggunakan sistem bioflok melalui delapan kolam untuk budidaya ikan nila dan lele.

    Filza Sigit/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Produksi hortikultura menghasilkan omzet rata-rata sekitar Rp 85,52 juta per bulan, sedangkan ayam petelur menghasilkan sekitar 4.550 butir telur per hari. Lutan Agrofarm juga membangun kemitraan dengan masyarakat dan kelompok tani di sekitar kawasan.

    Kemitraan dengan 13 kelompok tani yang melibatkan 169 orang menghasilkan sekitar 18 ton jagung pipil per bulan untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam. Selain itu, program kemitraan ayam petelur memberikan masing-masing 100 ekor ayam kepada 20 keluarga prasejahtera. Inovasi Filza ini turut mendorong transformasi Kampung Lutan dari desa tertinggal pada 2021 menjadi desa mandiri pada 2025.

    8. Jumali Wahyono Perwito

    Jumali Wahyono Perwito menggagas Desa Wisata Durian Pogog. Dia mengubah Desa Pogog, Puhpelem, Wonogiri, dari wilayah yang dahulu tandus menjadi sentra durian unggulan sekaligus destinasi wisata berbasis pertanian.

    Pengembangan Durian Pogog menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, mulai dari proses budidaya hingga pengembangan wisata. Panen perdana pada tahun 2015 menjadi momentum awal durian Pogog dikenal luas.

    Jumali/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Aksi yang dilakukan Jumali menjadikan Desa Pogog sebagai salah satu destinasi wisata berbasis durian yang menarik ribuan pengunjung setiap musim panen. Sejak panen perdana pada 2015 hingga 2026, sekitar 60.000 bibit durian unggulan telah ditanam di kawasan Pogog.

    Status sebagai desa wisata turut mendorong kenaikan harga tanah dan memperluas aktivitas ekonomi warga. Jumali berhasil menjadi penggerak sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk memanfaatkan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama.

    9. Rivan Rinaldi

    Rivan Rinaldi membangun ‘Rumoh Pangan Aceh’ untuk mengembangkan kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor.

    Program ini diinisiasi Rivan karena kacang koro pedang memiliki kandungan gizi yang baik serta harga yang lebih kompetitif. Produktivitas kacang koro pedang juga berpotensi lebih tinggi dibandingkan kedelai.

    Awalnya, Rumoh Pangan Aceh mengelola 8 hektare lahan dengan 15 petani. Kini, program tersebut berkembang menjadi 28 hektare dengan keterlibatan sekitar 150 petani di delapan kabupaten/kota di Aceh. Kapasitas produksi pun meningkat dari 10 kg menjadi 200 kg per hari.

    Rivan/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Hasil produksi telah mencapai lebih dari 25.000 produk dan menjangkau lebih dari 20.000 konsumen di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pemasaran dilakukan melalui empat pasar modern, 21 kanal pasar tradisional, dua SPPG MBG, dan dua sekolah. Program ini turut membuka 20 lapangan kerja, termasuk bagi 14 perempuan di dua desa.

    10. Taufiq Supriadi

    Taufiq Supriadi menciptakan Survival Architecture Indonesia/Eco EduFarm, sebuah model ketahanan pangan perkotaan yang dikembangkan bersama warga RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, sejak Oktober 2023. Taufiq merupakan ketua RT setempat.

    Taufiq mengubah ruang terbatas di kawasan permukiman-seperti gang, dinding, pagar, halaman, area komunal, hingga saluran U-ditch-menjadi infrastruktur pangan. Pengembangannya mengintegrasikan budidaya ikan, tanaman produktif, hidroponik, akuaponik, ayam petelur, maggot, pengolahan sampah organik, pembuatan kompos, konservasi air, dan energi terbarukan.

    Taufiq/Kandidat DPD Awards Kategori Ketahanan Pangan Foto: Dok Ist
    Melalui program Sister Village dan Desa Berdaya, Eco EduFarm berkembang dari inisiatif tingkat RT menjadi model pembelajaran ketahanan pangan perkotaan yang menarik minat kunjungan dan replikasi dari berbagai daerah, termasuk peserta dari Jepang dan China.

    Taufiq bersama warga telah menghimpun 817 tanaman produktif dalam kurun waktu 2 tahun 9 bulan di lingkungan RT 08/RW 04. Dia juga mengembangkan kolam lele double-decker di saluran U-ditch sepanjang 42 meter dengan 5.400 bibit. Panen pada 2026 ini mampu menghasilkan hingga 400 kg lele untuk mendukung pemenuhan asupan protein dan gizi warga.

  • KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri

    KNPI: Hoaks terhadap Suyudi Ario Seto adalah Upaya Rusak Citra Polri
    Kapolri Suyudi Ario Seto(Antara)

    Ketua Umum DPP (Komiten Nasional Pemuda Indonesia) KNPI Haris Pertama menilai munculnya informasi hoaksdan fitnah yang menyerang Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto merupakan upaya murahan untuk mengganggu sekaligus merusak citra institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Haris meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika informasi tersebut diarahkan untuk membangun prasangka negatif terhadap pimpinan institusi negara.

    “Hoaks dan fitnah terhadap Kapolri baru adalah fitnah murahan yang tidak boleh dibiarkan. Ini bukan sekadar persoalan menyerang pribadi Jenderal Suyudi, tetapi sudah masuk pada upaya mengganggu dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Haris, Selasa (6/10/2026).

    Menurut Haris, Presiden Prabowo Subianto tentu memiliki pertimbangan matang dalam memilih dan menetapkan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Karena itu, pilihan tersebut harus dihormati dan diberikan kesempatan untuk membuktikan kepemimpinannya dalam membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat.

    “Kita harus yakin bahwa pilihan Presiden Prabowo merupakan pilihan terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, kita harus memberikan dukungan kepada Kapolri baru untuk menjalankan tugasnya dan mewujudkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

    Haris mengatakan, tagline kepemimpinan Kapolri baru yang menekankan kedekatan dengan masyarakat harus diterjemahkan menjadi agenda nyata dalam membangun hubungan antara polisi dan masyarakat. Menurutnya, institusi kepolisian membutuhkan dukungan publik karena tugas Polri tidak mungkin dijalankan hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata.

    “Polri tidak bisa bekerja sendirian. Polisi membutuhkan kepercayaan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan polisi yang profesional, humanis, responsif dan hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” katanya.

    Waspada Perang Kognitif
    Di sisi lain, Haris mengingatkan bahwa derasnya penyebaran hoaks, fitnah, manipulasi informasi, dan narasi provokatif di ruang digital harus dilihat sebagai persoalan serius. Fenomena tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan kebebasan berekspresi, melainkan dapat berkembang menjadi perang kognitif (cognitive warfare).

    “Hoaks yang terus-menerus diproduksi dan disebarkan dapat membentuk persepsi seolah-olah semua institusi negara buruk, semua kebijakan salah, dan tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Kalau ini dibiarkan, yang rusak bukan hanya citra satu lembaga, tetapi kepercayaan publik terhadap negara,” tegas Haris.

    Ia menjelaskan, perang kognitif bekerja dengan memengaruhi persepsi, emosi, keyakinan, dan cara berpikir masyarakat. Informasi salah yang diproduksi secara masif dapat menciptakan persepsi yang dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

    “Ketika masyarakat terus dicekoki informasi negatif, fitnah, dan kebohongan yang diproduksi secara berulang, lama-lama muncul distrust. Masyarakat menjadi pesimis terhadap institusi negara, bahkan pesimis terhadap kemampuan bangsanya sendiri. Inilah yang harus kita waspadai,” ujarnya.

    Haris menilai situasi tersebut berbahaya apabila dimanfaatkan untuk memperlebar jarak antara masyarakat dengan institusi negara. Ia menekankan bahwa dalam demokrasi yang sehat, kritik memang diperlukan, namun harus dibangun berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kita tidak anti kritik. Tetapi kritik berbeda dengan fitnah, dan kritik berbeda dengan menyebarkan informasi palsu. Kalau ada persoalan terhadap Polri, sampaikan berdasarkan fakta dan mekanisme yang tersedia, bukan dengan membangun kebohongan untuk menjatuhkan seseorang atau institusi,” katanya.

     

    Haris mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadi bagian dari gerakan melawan disinformasi. Pemberantasan hoaks harus dilakukan secara kolektif oleh pemerintah, platform digital, media massa, hingga organisasi masyarakat.

    “Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mudah diadu oleh informasi palsu. Kita harus membangun daya tahan masyarakat terhadap disinformasi. Jangan setiap informasi yang viral langsung dipercaya dan disebarkan,” tuturnya.

    Sebagai penutup, Haris mengajak masyarakat memberikan kesempatan kepada Jenderal Suyudi Ario Seto untuk menjalankan amanah sebagai Kapolri dan membuktikan komitmennya.

    “Berikan kesempatan kepada Kapolri baru untuk bekerja. Kita kawal, kita kritik jika ada yang salah, tetapi jangan membangun opini berdasarkan fitnah dan hoaks. Yang kita butuhkan sekarang adalah Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Haris. (E-3

  • Polda Metro Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo

    Polda Metro Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo

    Polda Metro Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo

    HASIL EKSHUMASI SUTRIMO – Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya (tengah) bersama jajaran dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (30/9/2026). Penyidik Polda Metro Jaya tidak menemukan tanda kekerasan maupun zat yang menyebabkan kematian Sutrimo.

     Penyidik Polda Metro Jaya tidak menemukan tanda kekerasan maupun zat yang menyebabkan kematian Sutrimo.

    Kesimpulan tersebut disampaikan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

    “Tidak ditemukan tanda kekerasan, dan zat zat yang menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Anom.

    Anom mengatakan, penyidik juga belum menemukan bukti terjadinya tindak pidana dalam kematian Sutrimo.

    Kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik menindaklanjuti dua laporan polisi yang dilimpahkan dari Bareskrim Polri dan Polres Banyumas.

    “Berdasarkan fakta yang ditemukan dan dianalisa, belum ditemukan adanya bukti terjadinya tindak pidana dalam meninggalnya jenazah Sutrimo,” kata Anom.

    Penyelidikan tersebut didukung hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor), keterangan saksi, serta analisis rekaman CCTV. Selain itu, tim juga melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo.

    Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto mengatakan, hasil pemeriksaan menemukan adanya penyakit jantung iskemik pada Sutrimo.

    Tim juga menemukan penyempitan pembuluh darah yang berpotensi memicu serangan jantung iskemik.

    “Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik,” ujar Yudianto.

    Selain itu, pemeriksaan menemukan edema paru akut yang dialami Sutrimo sebelum meninggal. Kondisi tersebut turut menjelaskan temuan busa putih yang keluar dari mulut korban.

    Yudianto menjelaskan, edema paru akut dapat menyebabkan sesak napas berat akibat adanya cairan di paru-paru.

    Cairan tersebut bersama lendir dapat membuat saluran napas tidak lancar hingga memicu keluarnya busa berwarna putih.

    “Itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar. Sehingga seperti dikocok, sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut,” tuturnya.

    Kematian Sutrimo sebelumnya menjadi sorotan karena dinilai tidak wajar, terutama setelah korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.

     

  • Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

    Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

    Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

    Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

    “Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

    Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

    Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

    Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

    Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

    Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

  • Polda Sumsel Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

    Polda Sumsel Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

    Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

    Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

    “Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

    Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

    Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

    Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

    Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

    Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.